Bertumbuh menjadi serupa dengan Kristus bukan hanya berarti semakin mengenal Tuhan, tetapi juga belajar memiliki hati yang peduli kepada orang lain. Orang yang sudah bertumbuh dalam iman dipanggil untuk membantu orang yang baru percaya agar mereka semakin mengenal Kristus dan bertumbuh dalam kehidupan rohani.
Dalam Kisah Para Rasul 9:26–27 menunjukan bahwa ketika Saulus datang ke Yerusalem dan berusaha bergabung dengan murid-murid, mereka masih takut kepadanya karena mengetahui masa lalunya. Namun, Barnabas menerima Saulus, membawanya kepada para rasul, dan menceritakan bagaimana Saulus telah mengalami perjumpaan dengan Tuhan.
Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang baru percaya terkadang membutuhkan seseorang yang mau memberikan kesempatan, mendampingi, dan menolong mereka untuk diterima dalam komunitas orang percaya. Barnabas tidak membiarkan masa lalu Saulus menjadi penghalang bagi masa depannya bersama Tuhan.
Orang yang baru percaya mungkin belum memahami Firman Tuhan dengan baik. Mereka mungkin masih bergumul dengan kebiasaan lama, masih mudah jatuh dalam pencobaan, atau masih memiliki banyak pertanyaan tentang iman. Karena itu, kita tidak boleh cepat menghakimi. Kita perlu sabar dan membantu mereka bertumbuh sedikit demi sedikit.
Membimbing orang yang baru percaya tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Kita dapat memulainya dengan mengajak mereka membaca Alkitab, berdoa bersama, mendengarkan pergumulan mereka, menjawab pertanyaan mereka, mengajak mereka bersekutu, dan memberikan teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Yang paling penting, tujuan membimbing bukan supaya orang tersebut bergantung kepada kita, tetapi supaya mereka semakin bergantung kepada Kristus. Kita membantu mereka mengenal Firman Tuhan, membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, dan belajar menjalani kehidupan sebagai murid Kristus.
Karena itu, pertumbuhan rohani tidak berhenti ketika kita sendiri menjadi dewasa dalam iman. Pertumbuhan yang benar akan membuat kita memiliki kerinduan untuk melihat orang lain juga bertumbuh. Seperti Barnabas yang menjadi jembatan bagi Saulus, kita juga dapat menjadi orang yang Tuhan pakai untuk menerima, menguatkan, membimbing, dan menolong orang yang baru percaya